1 Comment

Mencari Sesuatu yang Dulu Hati ini Hidup Karenanya

Sesungguhnya ia termasuk golongan orang-orang yang paling setia disisi Rasul, ia adalah orang yang paling bersemangat dengan seruan-seruan Rasul tentang dakwah, ia termasuk seorang sahabat yang paling khusuk dengan ajakannya dalam bertakarub kepada Allah, setiap sujudnya dipastikan ia akan meneteskan air mata penghambaan. semangat penghambaanya jangan ditanyakan lagi. Ia merupakan sosok sahabat seperti ibnu umar yang terus menyatakan kesanggupan dalam mengkhatamkan Quran, 3 hari ia khatamkan Quran itupun karena Rasul melarang lebih dari itu (kalaulah Rasul tidak melarangnya mungkin ia akan khatamkan juga dalam satu hari)

Dakwahpun terus berkembang, semakin banyak masyarakat menimkati indahnya dakwah, semakin besar kekuatan umat ini dalam membela hak-haknya. Semakin panjang dan kuat gerbong dakwah itu Rasul bangung.

Di suatu malam yang tinggal sepertiga ia sahabat rasul itu bersimpuh tak berdaya dihadapan Rabbnya sembari berdoa, menangis tak henti, bahkan istrinya menganggap tangisannya pada saat itu seperti tangisan orang yang sedang menghadapi malaikat maut.

Dalam doanya ia mencurahkan apa yang selama ini ia rasakan iapun melafalkannya terus menerus kepada sang pemberi petunjuk tentang keluh kesahnya selama ini. Ia merasa semangat penghambaan itu telah pergi dari dirinya, nikmat penghambaan itu sudah tidak lagi mau dekat dengannya, ia seperti dimusuhi oleh kenikmatan yang dulu ia pernah miliki.

Ya Rabb sungguh aku telah kehilangan hati yang dulu aku hidup karenanya

Ya Rabb kembalikanlah hati itu kepadaku

Sungguh dada ini telah sesak untuk mencarinya

Ia terus mengucapkannya, ia ingin apa yang telah hilang itu bisa kembali kedalam dirinya.

Kisah tentang semangat penghambaan dari seorang sahabat yang saya (penulis) kehilangan nama beliau dalam sirah. Moga kita termasuk orang yang terus mendapatkan semangat penghambaan dan kembali mencariya jika kita kehilangan jejaknya…(wallahualam)

One comment on “Mencari Sesuatu yang Dulu Hati ini Hidup Karenanya

  1. Yup jazakallah comentnya mas Darul. Moga kita bisa istiqomah menemukan saat2 khusuk beribadah dihadapan-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: